SALAM NUKILAN PURNAMA
ISTIKHARAH
Bisikannya
jelas menusuk halwaku
Terkesan
sanubari terjelma keliru
Kudibelenggu
rantaian palsu
Memaksaku
menncoretkan sesuatu yang bukan milikku
Jernih
kali mengalir di kegersangan padang
Terbentang
luas namun terkukur sayu
Kerak
buminya subur digembur
Tiada
ulat kemakanan
Tika
purnama dan mentari sepadan
Ku
genggam benih-benih
Mana
harus kutanam?
Taqwa
atau Nafsu
Duhai
istikharahku
Sudah
kutanyakan kiri mahupun kanan
Inilah
lauk untuk hari sana
Sama
ada isinya bernas atau beracun
Inilah
pilihanku
Detiknya
memanggilku
No comments:
Post a Comment